Home » Bubur Kacang Pakdhe Iwan Bomba

Bubur Kacang Pakdhe Iwan Bomba

by Dores Sebastian

Jual Bubur Kacang, Iwan Bomba Raup Rp30 Juta/Bulan

Bagi Iwan Bomba yang cuma alumnus SMA, menggeluti profesi untuk menghidupi diri bukanlah perkara gampang. Apalagi dia tak memiliki keahlian apa-apa. Iwan Bomba pun menjajal berbagai profesi. Mulai dari memasarkan kopi keliling di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, ojek motor, sopir angkutan, cuci steam, hingga berprofesi di perusahaan ekspedisi sebagai pengirim barang dia lakoni lebih dari setahun. Ketika itu, dalam benaknya hal terlebih dalam pekerjaannya adalah halal. Padahal, alhasil ia merasa segala profesi yang dilaksanakannya itu tidak menghasilkan apa-apa, pun tidak pernah mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Maka, ia malahan merubah pola pikir untuk tak menjadi seorang karyawan. Pria kelahiran 32 tahun silam itu telah memiliki 10 gerobak untuk menjual bubur kacang hijau, dengan omzet Rp30 juta perbulan.

Nekat Pinjam Uang di Bank

Iwan Bomba mengaku, atensinya untuk berbisnis bubur kacang hijau berawal dari seorang tetangganya yang memasarkan bubur kacang hijau. Dia memandang bahwa penjualan bubur kacang hijau tersebut cukup menjanjikan. Walhasil ia nekat untuk meminjam uang terhadap bank Rp12 juta untuk modal permulaan dengan membuat 4 gerobak komplit dengan isinya seperti bahan baku untuk membikin bubur kacang hijau, mangkuk, sendok, panel, kompor gas dan lainnya.

Saat itu, modal untuk membikin per gerobak, totalnya Rp3 juta. Tetangganya malahan menyetujui untuk berprofesi dengan Iwan Bomba, pasalnya ia juga memberikan tempat tinggal terhadap tetangga yang telah menjadi karyawannya Itu.

“Setorannya per orang hanya Rp113.000 per hari, artinya apabila dikalikan dengan 10 gerobak karenanya aku menerima omzet Rp113.000 per hari dan sebulan sekitar Rp30 juta. Namun mereka yang menjual, dapat menerima penghasilan Rp200.000-Rp300.000 per hari,” kata Iwan Bomba.

Menurut Iwan, dirinya per hari untuk bahan bakunya menghabiskan 25 kg kacang hijau, 15 liter ketan hitam 15 liter, 15 kg gula putih dan 20 kg gula merah untuk 10 gerobak. Tiap-tiap hari bahan tersebut aku bagikan saat malam. Lalu sekitar jam 2 pagi, mereka seketika mengolah bahan tersebut, dikala pagi Jam 6 pagi mereka mulai berjualan hingga Jam 2 siang.

“Setiap harinya dapat habis 100 mangkok. Mereka saya sarankan untuk libur seminggu sekali, tapi sekiranya mereka tetap ingin jualan seminggu full ya tak apa-apa, asal kesehatan mereka bisa dijaga,” kata pria yang mengatakan karyawannya kebanyakan berasal dari Tasikmalaya Itu.

Iwan Bomba menambahkan, untuk bekerja sama dengan para karyawannya itu selalu menerapkan cara kekeluargaan. Seperti dengan senantiasa membuka pintu untuk menerima keluh kesah para karyawannya, la malahan tidak Jarang sering mengerjakan tukar pendapat dengan karyawannya untuk membicarakan penjualannya Kalau terjadi penurunan omzet.

“Udah undang-undang dagang kalau berjualan itu kadang laku dan kadang tak laku. Malah kalau ada Retorannya yang kurang dan baru bisa dibayarkan esok harinya saya tidak problem. Apabila aku yang penting karyawan berbahagia, aku Juga gembira. Semuanya dengan metode kekeluargaan,” sebut Iwan Bomba yang baru-baru Ini meraih Jawara II Perlombaan Wirausaha Muda Astra dengan mendapatkan uang tunai Rp 25 Juta.

Siapkan 5 Gerobak Lagi

Segala perjuangan Iwan tidak sia-sia, walaupun dulu dia harus menggeluti beragam pekerjaan, tetapi sekarang sudah menuai kerja kerasnya.

“Alhamdulillah. Allah memberikan Jalan, dengan bubur kacang Ijo ini kini aku dapat menghidupi Istri. 2 putri,” kata Iwan yang Juga dipilih sebagai Ketua RT di daerah tinggalnya sejak 2007 lalu Itu.

Iwan Bomba mengaku perjalanannya cukup panjang. Memang saat mengawali 1997 cuma mempunyai 4 gerobak, melainkan tak hingga setahun kemudian la mulai membuat 3 gerobak lainnya lagi. Di tahun 1998 ia kembali membuat 5 gerobak, namun 2 gerobak lainnya telah memisahkan diri untuk mandiri yang dikelola karyawannya sendiri.

Iwan Bomba mengaku sudah memiliki usaha lainnya seperti, warung kelengkapan menjahit, 4 buah kontrakan dan 1 warung lsi ulang pulsa. Dalam sebulan kini omzetnya sudah menempuh sekitar Rp40 juta. Apalagi la baru-baru Ini meraih Jawara II Pertandingan Wirausaha Muda Astra dengan menerima uang tunai Rp25 Juta.

“Rencananya aku akan membikin 5 gerobak lagi dan membuat kos-kosan,” kata Iwan.

Related Posts

Leave a Comment