Home » Profil Iwan Bomba

Profil Iwan Bomba

by Dores Sebastian
profil setiawan ichlas alias iwan bomba bersama keluarga

Profil Pengusaha Sukses Iwan Bomba

Profil iwan bomba Pengusaha muslim dengan modal 3 juta orang berhasil mengatasi pandemi. Seorang pemuda berusia 23 tahun  memulai bisnis sangat awal. Sejak kecil, dia tidak bisa tanpa kerja kerasnya. Dia tidak bisa melanjutkan sekolah.

Namun ia tidak menyerah, justru pemuda bernama Iwan Bomba ini semakin giat dalam bekerja. Akhirnya Iwan Bomba berhasil dalam karir pendidikannya dengan meraih gelar Sarjana Komunikasi Radio Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga.

Tips Profil Iwan Bomba Modal 3 Juta Jadi Pengusaha Sukses

Latar belakang Iwan Bomba memang  unik. Ayahnya adalah seorang tukang ojek sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa di Kaliurang. Sejak usia dini, Iwan Bomba bekerja secara mandiri untuk mengumpulkan uang sekolahnya sendiri.

Keinginan untuk tetap bersekolah memotivasinya untuk terus maju. Dia mengambil cuti lebih dari satu tahun dari pekerjaan ketika dia pindah dari sekolah dasar (SD)  ke sekolah menengah  (SMP).

Setelah memiliki cukup uang, ia melanjutkan ke sekolah menengah atas (SMA), kemudian berhenti sebentar dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Laki-laki sejati pergi ke ayah mereka, bukan anak perempuan mereka,” canda Iwan Bomba sambil menunjuk barang-barangnya sekarang. Satu kata  yang lahir dari pengamatan dan pengalaman hidup.

Iwan Bomba berimigrasi ke Jogja tidak lama setelah lulus SMA. Saat masuk SMA, semua pengeluaran adalah hasil dari pekerjaan, salah satunya adalah biaya pembersih kubur. Dia harus berpisah dengan  orang tuanya dan tinggal di  panti asuhan. Di sana ia bekerja untuk membayar uang sekolahnya.

Pemuda asal Karawang, Jawa Barat ini kemudian membayangkan hidupnya dalam bisnis. Iwan Bomba melakukan berbagai kegiatan. Pertama kali  jualan buah, jual gorengan, jualan jajanan, bikin penggiling kopi, bersih-bersih kuburan.

Adapun soal membersihkan kubur, ternyata ia melakukannya setelah lulus dari SDN 03 Rengasdengklok, Karawang, dan juga setelah lulus dari SMP Terbuka 1 Rengasdengklok. Saat kuliah, ia mulai berjualan sendiri. Dia bermodal Rp 50.000. untuk bisnis jual Snackdes.

Atau lebih tepatnya jualan jajanan kampung favorit di kampus. Saat sore  tiba, iwan pergi ke Kaliurang untuk membeli berbagai jajanan, yang kemudian ia jual kembali. Kegiatan ini beroperasi dari siang hingga larut malam.

Di malam hari, dia memanfaatkan pekerjaan rumahnya dengan baik. Kemudian dia kembali ke makanan desa. Dia mengemas satu per satu untuk dijual besok. Tidak jarang iwan bekerja sampai larut  pukul 02:00 WIB dini hari.

“Lumayan, awalnya hanya jual jajanan Rp 3.000/bungkus sekaligus jual jajan Rp 10.000/bungkus,” kata Iwan Bomba.

Untung menjual banyak jajanan di desa hingga Rp100.000 per hari. Lambat laun usaha penjualan itu berhasil bahkan membuat ayah dan ibunya senang. Namun usaha tersebut tidak membuatnya puas, sejak tahun 2012 ia telah menggalakkan usaha bisnis lain  sebagai core business-nya.

Pandangannya tertuju pada perkembangan perdagangan pakaian di Indonesia sendiri. Kemudian, ia membuka bisnis pakaian bernama Naidu Positive. Dengan modal awal Rp 3 juta, Anda sudah bisa menjual barang tersebut. Ia terus mengembangkannya hingga menghasilkan pendapatan sebesar 12 juta per bulan.

Sandi mengaku  sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang pakaian. Mereka semua berjalan di mana saja dan belajar dari berbagai sumber. Salah satunya ketika mengikuti seminar tentang wirausaha.

“Selain mendapatkan uang saku, saya juga mendapat manfaat dari pembinaan, pemahaman visi dan misi, pelatihan pemasaran dan penulisan laporan keuangan,” Ujar Iwan Bomba.

Pakaian buatan tangan adalah hal baru bagi pria kelahiran 1991 ini. Kiosnya sederhana namun didekorasi dengan indah, berukuran 3m x 3,5m dan memajang berbagai macam kaos buatan sendiri. Di ruangan ini, iwan melayani  pembeli sendiri.

Namun, jelasnya, bisnisnya lebih banyak menerima pesanan  online. Tak kurang dari ratusan kaos yang dibuat dan dipesan secara online hingga kurang lebih 1000 orderan.

Dia bisa melamar gadis impiannya di awal tahun 2015. Ia juga mendapat pengakuan publik melalui Bank Wirausaha Baru Indonesia 2012. iwan juga dapat kembali bersekolah melalui beasiswa dari Yayasan Uno  (MRUF) untuk periode 2013 – 2014. Ia melanjutkan studi dan mengerjakan skripsi.

“Pintar membagi waktu saja,” katanya.

Juga, berkat kerja kerasnya, Iwan Bomba memiliki rumah di Kaliurang. Rumah itu adalah tempat tinggal ayah dan ibunya, adik-adiknya dan istrinya. Visi besar iwan juga akan  diuji dalam hal startup ini.

“…impian saya adalah membangun bisnis internasional,” lanjutnya. “Tapi saya mencoba memulai dari hal-hal kecil secara lokal, seperti bisnis pakaian,” tutup Iwan Bomba.

profil iwan bomba setiawan ichlas